BNN Lampung Perangi Narkoba, Lawan Siapa?

BNN Lampung Perangi Narkoba, Lawan Siapa? foto : ilustrasi.

Luar biasa, upaya yang dilakukan Badan Narkotika Nasinal Provinsi (BNNP) Lampung dalam memerangi narkoba. Menggandeng tokoh agama dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan ketertiban Masyarakat) menyosialisasikan pencegahan narkoba ke masyarakat. Bahkan menurut kepala BNNP Lampung, Brigjen Tagam Sinaga, pihaknya telah melakukan pemetaan tujuh daerah rawan narkoba di lampung. Di lampung utara, daerah rawan narkoba meliputi 7 desa, Tulang bawang Barat 4 desa, Lampung timur 1 desa, Lampung selatan 6 desa, Mesuji 7 desa, tanggamus 4 desa, dan Bandar Lampung 16 kelurahan.


Selain memetakan daerah rawan, BNNP Lampung pun berupaya membongkar berbagai modus penyebarannya. Baik penyebaran melalui darat menggunakan bus, kendaraan pribadi maupun kereta api; juga modus penyebaran melalui udara dan laut. Beberapa titik tak luput diawasi, mengingat beberapa waktu lalu, terungkap penyebaran sabu-sabu melalui jalur laut masuk ke Batam


Tidak hanya itu, BNNP juga melakukan pendekatan langsung ke sekolah-sekolah. Seluruh personil BNNP setiap senin diterjunkan sebagai Pembina upacara dalam rangka kampanye bahaya narkoba bagi remaja


Selain BNNP, polres Tulang bawang pun tak tinggal diam. Karena wilayahnya masuk dalam peta daerah rawan narkoba, mereka pun gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah.


Penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba pun tak henti dilakukan. Awal maret 2018 lalu, polsek Marga Sekampung Lampung Timur mengamankan seorang tersangka. Begitu pun Polres Lampung utara yang dalam rentang dua bulan ini telah berhasil menangkap puluhan pengedar dan pengguna narkoba.


Fakta-fakta ini menunjukkan betapa seriusnya BNNP Lampung, juga jajaran kepolisian di daerah Lampung, serta para tokoh agama dan pihak sekolah; betapa seriusnya mereka dalam memerangi narkoba.


Akankah upaya ini membuahkan hasil? Meski tak boleh ada kata pesimis, namun musuh yang harus dihadapi dalam perang melawan narkoba saat ini bukan sekedar penyelundup biasa, yang hanya membawa beberapa kilogram saja. Tapi penyelundupan tonase narkoba. Menurut mantan kepala BNN Budi waseso, ada 250 ton sabu masuk ke Indonesia dalam setahun. Dari mana asalnya? China.


Dengan menilik pada besarnya jumlah narkoba yang masuk ke Indonesia, juga menilik asalnya dari mana, bola opini pun menjadi liar. Untuk apa China memasukkan narkoba sebanyak itu? Bisnis atau konspirasi? Lalu, siapa orang dalam yang cukup kuat, yang menjadi jalan masuknya? Untuk kepentingan apa orang dalam tersebut memberi jalan? Untuk mencukupi biaya kampanyekah? Dan masih banyak opini liar lain yang berkembang.


Belum terjawab berbagai spekulasi ini, tiba-tiba muncul wacana dari wakil ketua komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa. Desmond melempar gagasan legalisasi narkoba di Bali. Ia beralasan wacana pelegalan narkoba olehnya, bukanlah wacana pertama. Belanda dan Amerika Serikat bahkan telah  melakukan pelegalan pada narkoba.


Meski wacana ini ditolak berbagai kalangan, namun wacana ini mengisyaratkan, adanya keterkaitan  masuknya tonase narkoba dengan kepentingan elit kekuasaan.


Sampai disini, rasanya kita perlu menengok kembali upaya keras BNNP Lampung dalam memerangi narkoba. Bila benar elit kekuasaan ikut bermain, maka upaya keras BNNP Lampung memerangi narkoba selama ini, sebenarnya perang lawan siapa?


 Penulis : Oleh Deasy Rosnawati, S.T.P


 Seorang Guru - di Bandar Lampung


 


Bintangpost.com

Reporter bintangsaburai.com region Bandar Lampung.

Administrator

bintangsaburai.com

Leave a Comment