Sejuta Rasa Tiga Puncak, Rekam Jejak MerahPutih di Atas Awan

Sejuta Rasa Tiga Puncak, Rekam Jejak MerahPutih di Atas Awan Foto. Ist.

Pesawaran (BP) : Ada rindu yang tak bisa dibayar dengan kata. Ada cinta yang hanya bisa dieja dengan langkah kaki menapak bumi. Dan pekan ini, jiwa-jiwa tangguh dari anggota PA MerahPutih Pesawaran memilih menjawab rindu itu dengan cara paling purba, yakni mendaki.

Selama dua hari, tiga puncak di Gunung Pesawaran berturut-turut menjadi sahabat karib, yakni Puncak Kantong Semar, Puncak Nirwana, dan Puncak Ratai. Bukan sekadar ketinggian serta mengasah fisik dan mental saja yang di buru, melainkan pelajaran sunyi tentang menjadi manusia.

Langit Sabtu (10/5/2026) masih malu-malu saat rombongan dilepas dari Gedongtataan. Embun pagi menggantung di ujung carabiner, doa-doa lirih terbang bersama kepak sayap elang yang melintas. Di barisan itu, ada Arisandi Safitri atau yang akrab disapa Kinah, wanita dengan carrier yang lebih berat dari sekadar logistik. Ia membawa harapan dan janji pada dirinya sendiri untuk tidak menoleh ke belakang saat mulai melangkah.


Langkah pertama selalu paling berat. Napas tersengal di tanjakan Gunung Pesawaran, keringat menjelma butiran kristal yang jatuh dan membasahi tanah leluhur. Tapi dari balik peluh itu, dia tersenyum. “Gunung tidak pernah bertanya seberapa kuat dirimu. Ia hanya diam, menunggu apakah kau cukup sabar untuk mendengarkannya,” bisiknya pada angin.

Malam pertama menyapa di punggungan Gunung Pesawaran. Dingin menggigit tulang, bintang-bintang turun begitu rendah seolah ingin berbisik. Di bawah langit malam dan cahaya api unggun kecil, tangan para anggota berbagi kopi pahit dan cerita yang manis. Arisandi menatap langit, lalu berkata pelan, “Kita ini hanya tamu. Dan tamu yang baik tidak meninggalkan apa-apa selain jejak kaki dan kenangan.”

Puncak Kantong Semar adalah saksi bisu. Kabut tebal bagai selendang dewi yang enggan tersingkap, lalu perlahan luruh saat fajar menyingsing. Cahaya keemasan merobek kelam, menampar wajah-wajah lelah yang kini bersinar. Di sanalah Arisandi berdiri, tangan terkepal ke langit dengan mata sayu. Bukan karena lelah, tapi karena haru. Sebab ia tahu, di atas sini, semua ego menjadi kecil.


Tiga puncak telah mereka tulis dengan tinta peluh. Bukan tentang siapa yang tercepat, tapi tentang siapa yang paling setia pada proses. Setiap akar yang menjegal adalah guru kesabaran. Setiap jalur licin adalah pengingat untuk rendah hati. Dan setiap puncak adalah hadiah bagi mereka yang tidak menyerah pada kata “tidak mungkin”.

Kordinator Pelaksana, Angga Saputra, menyebut ekspedisi ini sebagai “universitas alam terbuka”. Pembina, Andi Suharlis, berpesan agar “pulang membawa hati yang lebih lapang”. Namun bagi Arisandi, tiga puncak ini adalah surat cinta. Surat cinta untuk dirinya sendiri, untuk sahabat seperjalanan, untuk tanah Pesawaran yang ia pijak.

Baca Juga :

Kini mereka turun. Membawa asa dari jalur pendakian, membawa data, membawa lelah yang paripurna. Tapi yang paling penting: mereka membawa pulang versi terbaik dari diri mereka. Sebab gunung tidak mengubahmu. Gunung hanya menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.

Dan jika kelak ada yang bertanya, “Apa yang kau dapat dari tiga gunung itu?” Maka Arisandi akan menjawab dengan haru dan emosional: “Aku menemukan bahwa hati yang ikhlas berjalan, akan selalu sampai. Meski tertatih, meski badai, meski dunia meragukan.”


Sebagai penutup, maka diamlah sejenak. Pejamkan matamu. Bayangkan dingin yang menggigit, dengar bisik angin di antara pepohonan, rasakan berat carrier yang menekan pundak, namun langkahmu tak berhenti. Sebab mungkin, tanpa sadar, kau pun sedang mendaki gunungmu sendiri.

Gunung itu bernama “hidup”. Terjalnya adalah masalah. Kabutnya adalah keraguan. Puncaknya adalah dirimu yang tak menyerah. 

Dan ketika kita lelah, ingatlah anak-anak PA MerahPutih Pesawaran. Ingat Arisandi yang berada di Puncak dan bertemu dengan dirinya yang paling jujur. 

Tentang ceritanya akan terus mendaki, mengetuk hati siapa pun yang masih percaya bahwa setiap langkah yang tulus, sejauh apa pun, akan selalu menemukan jalan pulang. (doy)








Bintangpost.com

Reporter bintangsaburai.com region Pesawaran.

Administrator

bintangsaburai.com

Leave a Comment