Gandeng IdeaRun, PTPN I Perkuat Ekosistem Lari Melalui PCC 2026 Vibes

Gandeng IdeaRun, PTPN I Perkuat Ekosistem Lari Melalui PCC 2026 Vibes Foto. Ist.

Jawa Barat (BP) : Hadir di jantung Kota Bandung melalui gelaran Pangalengan Cross Country (PCC) 2026 Vibes, riuh rendah aspal kawasan Dago pagi ini terasa berbeda. Angin sejuk khas ketinggian Pangalengan, menemani aktivasi yang menjadi jembatan emosional bagi masyarakat urban untuk merasakan denyut nadi Perkebunan Teh Malabar sebelum laga sesungguhnya dimulai.

Berpusat di Bosscha Space, Minggu (5/4/2026) kemarin, acara yang diinisiasi oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) bersama IdeaRun ini, menyedot perhatian sekitar 75 pelari dari berbagai lintas komunitas. Memanfaatkan momentum Car Free Day, para pelari menyusuri rute ikonik sejauh 7 kilometer menuju Gedung Sate—sebuah simulasi kecil menuju petualangan besar di alam terbuka pekan depan.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa PCC Vibes bukan sekadar ajang lari pagi. Baginya, ini adalah strategi komunikasi untuk menunjukkan bahwa aset perkebunan negara kini tampil lebih inklusif dan relevan dengan gaya hidup modern.

“Kami ingin menghadirkan cuplikan pengalaman dari aset PTPN I Regional 2. Perkebunan teh bukan lagi sekadar komoditas industri, melainkan ruang produktif yang mampu menyalurkan energi positif bagi masyarakat. Kami mengundang publik untuk kembali ke alam melalui harmoni olahraga dan pelestarian lingkungan,” ujar Teddy.


Narasi besar ini diperkuat oleh Ali dari 2230 Sport Agency (IdeaRun). Ia menjelaskan bahwa PCC merupakan bagian integral dari ekosistem Running Summit yang mengintegrasikan edukasi, industri, dan kompetisi.

“Tahun ini, melalui Running Summit, kami melengkapinya dengan Running Conference yang membahas sport science. Puncaknya adalah PCC, di mana para pelari akan benar-benar menguji limit mereka di medan lintas alam yang autentik,” jelas Ali.

Namun, berlari di atas tanah perkebunan tentu berbeda dengan aspal kota. Menyadari tantangan tersebut, Tesa dari Pangalengan Athlete Training Center (AMTC) menekankan pentingnya persiapan teknis. Sebagai pihak yang mengawal standarisasi lapangan, AMTC memastikan rute yang dihadapi pelari adalah medan yang menantang namun tetap aman.

“Berlari lintas alam (cross country) menuntut kekuatan fisik dan kejelian membaca medan yang berbeda. Kami ingin setiap pelari membawa pulang pengalaman teknis yang berharga,” tambah Tesa.

Antusiasme ini pun disambut hangat oleh komunitas pelari lokal. Sofie dari ADRan melihat inisiatif ini sebagai momentum "naik kelas" bagi para pelari hobi. Menurutnya, transisi dari lari jalan raya ke lintas alam memberikan sensasi petualangan yang selama ini dicari oleh masyarakat urban.

Menutup rangkaian aktivasi, Project Director PCC 2026, Sugeng, mengingatkan bahwa setiap langkah kaki di kebun teh nantinya akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal. “Kami ingin kegiatan ini menjadi pemantik ekonomi bagi UMKM di Pangalengan. Wilayah ini adalah rahim bagi atlet-atlet lari berbakat nasional, dan melalui event ini, kita memberikan panggung bagi mereka,” pungkasnya.

PCC 2026 Vibes hari ini hanyalah prolog. Panggung sesungguhnya akan digelar pada Minggu, 12 April 2026, di mana para pelari akan menaklukkan kategori 12K dan 8K di tengah hamparan hijau Kebun Teh Gunung Malabar. Sebuah perpaduan antara uji nyali fisik dan ketenangan alam yang magis. (rls-doy)






Bintangpost.com

Reporter bintangsaburai.com region Nasional.

Administrator

bintangsaburai.com

Leave a Comment