Dorong Potensi Teluk Nipah, PTPN I Gelar Program Relawan Bakti BUMN 2026

Dorong Potensi Teluk Nipah, PTPN I Gelar Program Relawan Bakti BUMN 2026 Foto. Ist.

Jakarta (BP) : PTPN I (Persero) mendukung pengembangan kawasan Pantai Teluk Nipah di Lampung Selatan sebagai destinasi wisata unggulan melalui Program Relawan Bakti BUMN 2026  yang akan digelar di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, pada 16–19 Agustus 2026.

Program yang dilaksanakan serentak di sebelas lokasi di Indonesia ini, merupakan kolaborasi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Di Lampung Selatan, program dijalankan melalui sinergi PTPN III (Persero), PTPN I (Persero) sebagai subholding PTPN Group, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero/InJourney), PT Angkasa Pura Indonesia, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendorong Desa Bulok tumbuh sebagai desa wisata yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, dalam keterangannya di Jakarta mengatakan, pemilihan Desa Bulok sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada besarnya potensi kawasan Teluk Nipah yang merupakan salah satu aset strategis PTPN I Regional 7.

Menurut Rivai, kawasan tersebut memiliki kombinasi keunggulan alam, aksesibilitas, dan peluang ekonomi yang menjadikannya layak dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan nasional.

“Relawan Bakti BUMN menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Teluk Nipah kepada publik yang lebih luas. Kawasan ini memiliki seluruh prasyarat untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan karena memadukan keindahan alam, aksesibilitas yang baik, serta peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sangat besar,” ujar Riva, Jumat (14/8/2026).

Pantai Teluk Nipah memiliki garis pantai sepanjang sekitar tiga kilometer dengan lanskap perbukitan yang menghadap langsung ke Selat Sunda. Kawasan ini juga berdampingan dengan areal perkebunan karet Afdeling 5 seluas sekitar 820 hektare, menciptakan perpaduan unik antara wisata bahari, wisata alam, dan agrowisata dalam satu kawasan terpadu.

Selain keindahan alamnya, Teluk Nipah memiliki keunggulan dari sisi konektivitas. Lokasinya hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), sehingga mudah dijangkau dari Bandar Lampung maupun Jakarta.

“Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Teluk Nipah memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata. Kami memandang kawasan ini bukan sekadar aset perusahaan, tetapi aset daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Rivai menambahkan, karakteristik alam Teluk Nipah yang berbukit dan menghadap laut lepas sangat potensial untuk pengembangan wisata petualangan seperti paralayang, trekking, dan berbagai aktivitas luar ruang lainnya. Sementara hamparan pantai yang masih alami membuka peluang investasi bagi pembangunan resort, hotel, glamping, camping ground, hingga fasilitas wisata olahraga dan rekreasi.

Kawasan tersebut juga memiliki konektivitas laut yang strategis dengan sejumlah destinasi wisata unggulan di Selat Sunda, termasuk Gunung Krakatau dan berbagai objek wisata pesisir di Lampung Selatan. Potensi ini diyakini dapat menjadikan Teluk Nipah sebagai salah satu magnet baru pariwisata di Pulau Sumatera.

Lebih jauh, Rivai menegaskan bahwa pengembangan Teluk Nipah harus dilakukan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Yang terpenting bukan hanya membangun destinasi wisata, tetapi menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja, serta pelestarian lingkungan. Itulah semangat yang kami bawa melalui Program Relawan Bakti BUMN,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan akan dimulai pada Minggu (16/8/2026). Program ini menjadi bagian dari gerakan kolaboratif BUMN untuk memperkuat desa, meningkatkan kapasitas masyarakat, menjaga lingkungan pesisir, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kebangsaan dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

PTPN I berharap kehadiran program ini tidak hanya memberikan dampak sosial bagi masyarakat Desa Bulok, tetapi juga menjadi katalis dalam pengembangan Teluk Nipah sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Dengan potensi alam yang dimiliki serta dukungan berbagai pemangku kepentingan, Teluk Nipah diharapkan tumbuh menjadi ikon pariwisata baru Lampung yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. (rls-doy)







Bintangpost.com

Reporter bintangsaburai.com region Nasional.

Administrator

bintangsaburai.com

Leave a Comment