BINTANGPOST : Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH. Basyaruddin Maisir AM, mengukuhkan pengurus MUI Kabupaten Pringsewu masa khidmat 2017-2022, di aula utama kantor sekretariat Pemkab Pringsewu, Selasa (22/5/2018).
Selain itu, turut di kukuhkan juga Badan Wakaf lndonesia (BWI) Kabupaten Pringsewu periode 2017-2020, oleh Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Hi. Wasril Purnawan, M.Si.
Pengurus yang dikukuhkan diantaranya adalah Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu KH. Hambali beserta anggota kepengurusan lainnya. Sedangkan pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Pringsewu adalah Ketua Umum Hi. Muhtasor, MM, Wakil Ketua KH. Gufron Sayuti, Sekretaris M. Yusuf, M.Pd.I, dan Bendahara Junaidi, S.Ag, serta beberapa divisi.
Acara dihadiri Bupati Pringsewu Hi.Sujadi, Wakil Bupati Pringsewu Hi Fauzi, Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH. Khoirudin Tahmid, MA, Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Asep Sontani Sunarya, jajaran pemerintah kabupaten, DPRD, polres, Kodim, dan Muspida kabupaten Pringsewu.
Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH. Khoirudin Tahmid dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan bersama pengurus MUI dan BWI Kabupaten Pringsewu ini sangat istimewa. Karena selain dilaksanakan dibulan suci Ramadhan, juga bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Hi. Sujadi dan Hi.Fauzi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu.
Dia juga mengharapkan, agar pengurus MUI Kabupaten Pringsewu yang sudah dikukuhkan tersebut, dapat terus mengembangkan MUI dan lslam yang moderat (Washatiyah).
Karena menurutnya, MUI Pringsewu selama ini dinilai solid serta memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan kabupaten lainnya. Selain itu juga, aktif dalam menyebarkan konten lslami melalui teknologi informatika dan IT.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Hi. Sujadi dalam sambutannya berharap, kepengurusan MUI Kabupaten Pringsewu bisa lebih optimal dalam memberikan tuntunan dan bimbingan kepada umat Islam. Serta bermitra dengan pemerintah setempat, dalam rangka membangun umat sekaligus mengibarkan panji-panji kebenaran berdasarkan ajaran Al-Qur'an dan Hadits, serta mengimplementasikan Islam yang rahmatan lil'alamiin.
MUI, lanjut bupati, memiliki fungsi dan peran utama, yaitu sebagai pewaris tugas para nabi, pemberi fatwa, pembimbing dan pelayan umat, serta sebagai penegak amar ma'ruf nahi munkar.
"MUI juga diharapkan menjadi benteng dan penangkal radikalisme, meluruskan aliran yang menyimpang, serta menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, membimbing umat untuk hidup bersama secara damai dalam keberagaman, serta memegang teguh Pancasila dan UUD 1945," ungkapnya. (Gus)