Berkat Tempe, Asror Nekad Merantau Ke Lampung

Berkat Tempe, Asror Nekad Merantau Ke Lampung Foto: adji/bintangpost.

BINTANGPOST: Di usia muda Muhammad Asror (29) sudah mencatat kesuksesan sebagai pengusaha. Berkat tempe kedelai produksinya, ia bisa mendapat keuntungan minimal Rp500.000 per hari. Tak aneh ia tidak tertarik lagi menjadi pegawai negeri.

M.Asror (29) pemuda asal Pekalongan,Jawa tengah ini rela merantau demi memajukan usaha tempenya. sebelumnya ia juga pernah berjualan makanan ringan dijakarta, namun tidak hanya sebatas itusaja, ia pun pergi ke sumatera tepatnya di wilayah penengahan Lampung Selatan untuk ikut pamannya berjualan tempe, hingga saat ini ia pun sudah bisa memajukan usahanya sendiri dari tempe kedelai yang dibuatnya.

"Dulunya saya juga pernah bekerja di jakarta jual makanan ringan, terus diajak paman pergi ke Lampung untuk memasarkan tempenya keliling ," katanya saat ditemui di tempat usahanya ,senin (29/10/18)

Setelah cukup menguasai teknik pembuat tempe kedelai, asror memutuskan membangun usaha sendiri di desa Pasuruan kecamatan Penengahan Lampung Selatan sejak 2011 lalu .

"Kalau lama-lama ikut di tempat paman saya, takut menjadi beban. Jadi, mending buka usaha sendiri. Keputusan itu saya ambil setelah saya yakin bisa membuat tempe sendiri," ujarnya.

Seperti yang lazim terjadi, awal usaha adalah masa-masa tersulit. Ia harus memasarkan tempe sendiri keliling desa. Dari setiap tiga orang yang ditawari paling hanya satu yang mau menerima titipan tempe. Meski banyak ditolak, ia tidak menyerah.

"Pengalaman bekerja sebagai tenaga pemasaran membuat saya tidak kecil hati meski ditolak banyak penjual. Yang penting jangan malu menawarkan. Ternyata prinsip saya itu membuahkan hasil,".katanya

Hingga saat ini respons pasar pun sangat positif. Permintaan terutama datang dari warung-warung makan di sekitar bahkan kantin sekolahan. 

Kini, setiap hari Asror memproduksi 30 kilogram kedelai. Dari jumlah tersebut dijual seharga Rp 2.000per potong , jika membeli Rp.5.000 dapat 3 potong tempe. 

Menurut Asror, proses pembuatan tempe tergolong rumit. Pertama, kedelai harus direndam dulu baru kemudian direbus. Hasil rebusan selanjutnya digiling dengan mesin khusus agar teksturnya menjadi lembut. Setelah itu, kedelai kembali direndam selama semalam baru dicuci dan direbus lagi.

”Proses terakhir adalah pengeringan serta pemberian ragi . Peragian menjadi proses paling sulit. Jika takaran raginya tidak pas, tempe bisa membusuk,” kata pria asli pekalongan tersebut.[Dji]

Bintangpost.com

Reporter bintangsaburai.com region Lampung Selatan.

Administrator

bintangsaburai.com

Leave a Comment